Alvinska Octaviana

Pengaplikasian limbah batu bara pada produk ini didasari oleh keprihatinan dari isu masyarakat di Sawahlunto dan mengingat kondisi pertambangan batu bara disana yang merupakan hasil utama dan sumber nafkah masyarakat di kota Sawahlunto Sumatera Barat pada masa lampau. Kini, seiring berjalannya waktu, disaat batu bara sudah mati dan kemudian dijuluki kota mati dengan maksud sudah tidak ada lagi aktivitas penggalian tambang batu baranya, kemudian banyak masyarakat kehilangan mata pencaharian sebagai sumber kehidupan.

Mayoritas masyarakat memilih untuk merantau, dan sebagian kecil memilih untuk tinggal menciptakan karya, dan ada yang membuat berbagai kreasi miniatur dari bongkahan batu bara yang ada di kota demi kelangsungan hidup mereka. Mereka sangat terampil, menurut saya, mereka pun bisa mencari peluang dengan potensi yang ada untuk ikut memajukkan industri kreatif disana.

Namun sayangnya, membuat patung dalam bentuk yang besar memakan waktu lama dan menjualnya pun agak susah, maka akhirnya dibuatlah perhiasan mengingat masyarakat Indonesia lebih impulsif untuk membeli perhiasan, lalu karena ukurannya yang kecil, para pengrajin lebih akan efektif secara waktu, tenaga dan diuntungkan untuk mengukir batu untuk perhiasan.

Legam memiliki banyak alasan untuk diapresiasi masyarakat sebagai produk aksesoris berkualitas atas kinarya para pengrajin Ibu Pertiwi. Eksplorasi batu bara dengan material alam dikombinasikan bahan lain yang relevan adalah konsistensi kami dalam menghadirkan produk unggulan.

Perhiasan batu bara diaplikasikan dengan material perak (sterling silver 925 gold/silver plated)

  • : Legam
  • : Jalan Kawaluyaan indah Raya No. 26 RT 001 RW 004 kelurahan jatisari kecamatan buah batu, Bandung 40286
  • : 081915400895
  • : alvinskao@gmail.com
  • : Legamjewelry.com
  • : legamjewelry
  • : Legam
Kurator Emerging
tondosusanto+1@gmail.com