Marwan Eka Fadilah

Pada tahun 2014, Marwan Eka Fadillah selaku founder Grootwatch, melihat di kota Bandung sedang trend anak muda yang memiliki bisnis dan produk yang unik. Terutama produk dengan material kayu. Dari sinilah Marwan membuat konsep dan melakukan riset selama satu tahun untuk membuat produk yang ramah lingkungan, serta terbuat dari bahan yang tidak punya nilai jual tinggi menjadi produk yang mempunyai nilai jual tinggi. Inspirasi untuk membuat produk dengan material tulang sapi, yaitu pada saat menghadiri salah satu pasar seni yang diadakan di kota Bandung. Pada pasar seni tersebut ada kerajinan tulang yang di perjual belikan, berupa kalung dan pernak-pernik biasa. Itu pun di jual dengan harga sangat murah. Akhirnya, Marwan memilih untuk memanfaatkan material limbah tulang sapi untuk di jadikan bahan baku pembuatan jam tangan yang diberi merek “Groot”. Di bantu keempat temannya yaitu Rizky, Dimas, Dale, dan Dika, Marwan mulai mengembangkan produk jam tangan ini pada tahun 2015.

Selain ingin membuat produk yang memiliki nilai yang tinggi. kami juga ingin memberdayakan para pengrajin tulang yang sudah mulai tidak diminati oleh generasi keduanya. Berawal dari kedekatan dengan pengrajin saat riset pembuatan jam tangan, dari sanalah marwan bersama teman temannya termotivasi untuk membantu dan memberdayakan para pengrajin tulang dan maju bersama para pengrajin tulang. Sehingga, mungkin di masa yang akan datang dapat mengajarkan orang lain yang tidak ada keahlian dalam kerajinan tulang menjadi memiliki skill dalam kerajinan tulang.

Cita-cita perusahaan Grootwatch adalah ingin mengembangkan lebih jauh produk produk yang di buat dengan bahan dasar tulang. Saat ini groot sendiri telah memiliki beberapa macam produk yang di buat dengan material bervariasi tanpa menghilangkan identitas Groot itu sendiri. Seperti, membuat jam tangan dengan material tanduk kerbau dan ada juga dari tanduk domba.

Selain membuat jam tangan, Groot juga akan mengembangkan produk nya ke segmen berbeda seperti, aksesoris, cincin, kaca mata, dan masih banyak lagi. Dan tidak menutup kemungkinan membuat produk produk di luar dari produk fashion. Namun tetap menjaga kualitas, desain, dan kebutuhan dan tren konsumen saat ini.

ASMAT

Asmat series merupakan seri jam tangan pertama yang dikeluarkan oleh groot. Dengan memanfaatkan limbah tulang sapi. Kami membuat sebuah produk dengan menggabungkan pemanfaatan material limbah yang tidak terpakai dan inovasi modern dalam bentuk produk lifestyle. Warna alami putih tulang pada tipe asmat ini, menggambarkan keindahan alam nusantara khususnya papua, yang masih alami. Sehingga memberikan value tersendiri pada produk ini.

GANTYA

Gantya series merupakan seri jam dari groot yang berbahan dasar tanduk domba, material yang terkenal kuat dan kaya akan nilai budaya ini di olah menjadi sebuah produk jam tangan bernilai tinggi. Dengan unsure DNA yang berbeda yang berbeda di setiap tanduk, maka setiap jam dari seri ini akan memiliki corak yang berbeda dengan keunikannya masing-masing. Sehingga memberikan kesan personal bagi pemiliknya.

Syamsul Huda
tondosusanto+6@gmail.com