Novia Sabrina Wijayanti

PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK DALAM PERANCANGAN AKSESORI FASHION

 Peningkatan jumlah penduduk beriringan dengan aktivitas ekonomi juga peningkatan konsumsi yang pada akhirnya berdampak terhadap jumlah sampah yang dihasilkan. Masyarakat Indonesia gemar menggunakan benda yang bersifat praktis, contohnya minuman dengan kemasan plastik sekali pakai yang berdampak pada jumlah sampah yang dihasilkan setiap tahunnya meningkat, terutama sampah non organik yang sulit terurai oleh bakteri dan membutuhkan ratusan tahun untuk dapat terurai. Contoh sampah non organik tersebut adalah botol minuman, plastik dan lain lain yang berasal dari industri.

Kesadaran masyarakat dalam melakukan proses daur ulang sampah plastik sudah ada namun produk yang dihasilkan dari proses daur ulang tersebut masih menggunakan teknik yang sederhana contohnya menggunting dan menempel sehingga produk yang dihasilkan masih nampak terbuat dari  limbah dan dirasa kurang menarik. Hasil produknya pun tidak diperjual belikan.

 

Dengan ini ingin mengembangkan pengolahan limbah plastik menjadi suatu produk fashion yang bervariasi dan memiliki nilai jual.  Pengolahan untuk produk akesesori fashion ini menggunakan teknik pemanasan heat press untuk menjadi produk yang berkualitas dan memiliki nilai jual. Tekstur dan warna dari limbah botol dan gelas plastik yang di press dengan cara dipanaskan dengan teknik hot press atau hot textile  yang merupakan teknik pemanasan dengan menggunakan alat yang dapat menghantarkan panas tujuannya agar plastik yang digunakan tidak bergelombang dan menjadi bertekstur rata , kaku dan sifat mengkilap tidak hilang.

 Tujuan perancangan ini bermaksud untuk memberikan alternatif dalam mengolah limbah dengan berbagai eksperimen untuk dapat menjadi produk baru berkualitas. Koleksi aksesori fashion ini diharapkan dapat membantu dalam upaya mengurangi sampah.

 

Bentuk-bentuk potongan dari botol dan gelas plastik diterapkan berdasarkan pada proses eksprimen. Tekstur dari botol mizone setelah pengepressan mendapatkan hasil baik yang menjadi rata tidak bertekstur,  tetap dengan warna alami dari botol yang tidak luntur, serta sifat mengkilap material limbah botol.  Dari hasil eksperimen yang telah dilakukan tekstur, bentuk dan warna yang didapatkan memiliki kesan mewah dan cocok untuk digunakan pada pembuatan tas khususnya tas untuk pesta.

 Handbag dipilih sebagai aksesori fashion karena hanya dapat menampung benda yang berbobot ringan.  Hal ini sesuai dengan jenis material plastik jenis aksesori yang dipilih adalah handbag karena dari material yang digunakan tidak bisa memopang beban berat.

Hasil dari pengolahan limbah plastik ini digunakan dalam perancangan handbag sehingga hasil akhir produk terlihat lebih rapih, memiliki keunikan, kesan mewah dan produk tidak terlihat terbuat dari material limbah. 

 Teknik melipat yang diterapkan pada limbah plastik menghasilkan produk yang bervariasi dan unik.

 

Moodboard diatas yang menjadi acuan dalam perancangan berdasarkan tekstur dalam material plastik setelah dilakukan pengepressan.

 

Plastik jenis PET (Botol Mizone)

Tekstur terlihat kasar, bergelombang dan keras. Warna yang dihasilkan yaitu biru elektrik dan tidak merubah warna sebelumnya.

Plastik jenis PP (Gelas Plastik)

Tekstur menjadi mengerut bahkan menjadi rusak. Ada perubahan warna asal bening menjadi buram.

 

Bentuk yang digunakan dalam perancangan adalah bentuk geometris seperti segitiga dan segi empat.

Rancangan yang dibuat menggabungkan unsur ukuran, warna, tekstur bahan dan tekstur tiga dimensi kedalam rancangan tas sehingga cocok untuk digunakan pada event pesta.

 

  • : "PLASTIC"
  • : Kp. Sukarasa Rt.01/Rw.05 Desa Cibodas, Kecamata Lembang, Kabupaten Bandung Barat
  • : 081393580800
  • : sabrinanovia25@gmail.com
  • : -
  • : -
  • : Bag & accessories
Umi Noor
tondosusanto+4@gmail.com